Harapan itu masih ada: Warni melawan kangker ganas

 

Cadasari, pcm-news.com – Relawan yang tergabung dalam Pokja Forum Relawan Pandeglang mengunjungi rumah Warni (32) dikediamannya di Kp. Mesjid, Desa Kadu Engang, Kecamatan Cadasari, Pandeglang. Jumat (18/8/17) Beliau merupakan seorang Ibu dari 4 orang anak yang di vonis menderita Tumor di kedua payudaranya.
Kondisi Warni saat ini sudah sangat memprihatinkan, kedua payudaranya membusuk, lengannya bengkak dan berat badan yang semakin hari semakin menyusut. Tanda-tanda dirinya terkena penyakit tumor sudah muncul sejak 3 tahun lalu. Awalnya hanya benjolan dan sudah diobati sebisanya dengan obat-obat herbal dan dengan berobat ke alternatif (non medis-Red). Namun sekitar 3 bulan setelah melahirkan putri keempatnya atau sekitar 8 bulan yang lalu, kondisi Warni semakin memburuk, kedua payudaranya membusuk mengeluarkan cairan dan bau busuk. Warni dan suaminya terus menerus melakukan pengobatan tradisional. Baru sekitar sebulan yang lalu Warni dibawa berobat ke RSUD pandeglang untuk mendapatkan penanganan dan sempat di rawat satu hari satu malam di IGD. “Bau nya hilang setelah dari rumah sakit, tapi tidak kering dan tangan masih bengak” tuturnya.

Hasil pemeriksaan di poly bedah dan test lab rumah sakit menunjukan bahwa Warni memang terkena tumor dan harus segera mendapatkan perawatan di Rumah Sakit di Jakarta atau dirujuk ke Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Keluarga mengaku merasa berat jika harus membawa Warni ke RSCM, pasalnya selain harus memiliki bekal untuk hidup sehari-hari di Jakarta mereka juga harus memikirkan biaya hidup anak-anaknya di rumah. Untuk membantu keluarga Anak pertama Warni lulus SMK sekarang bekerja di Apotek di daerah Rangkas. Anak keduanya terpaksa putus sekolah sementara agar bisa membantu merawat Ibunya di rumah. Anak ketiga masih berusia 6 tahun dan anak bungsunya baru berusia 11 bulan. Warni mengaku sedih karena harus menitipkan anak bungsunya di kerabat dan sama sekali tidak bisa memberi ASI untuk anaknya.

Pak Ocang, suami Warni mengatakan kesulitan untuk membeli susu formula dan kebutuhan lain anaknya seperti pampers. “Penghasilan saya tidak tentu karena hanya bekerja serabutan, kalau harus menemani Istri ke rumah sakit berarti tidak ada penghasilan, anak-anak saya gimana? ” Tutur suaminya. Walaupun begitu, Marni sangat ingin segera dibawa berobat ke RSCM.

Rencana rujukan Marni ke RSCM masih diurus oleh pihak TKSK Cadasari dan Dinas Sosial setempat dan mereka masih menunggu kabar. Pihak Kecamatan dan desa pun sama sekali tidak mengetahui kondisinya juga belum mengunjungi Warni, bahkan saat mengurus SKTM mereka harus mengeluarkan biaya. Saat ini keluarga sangat berharap ingin segera ada yang mengobati dan berharap ada Dermawan yang peduli mengingat Kondisi Bu Warni harus segera ditangani dan membutuhkan biaya yang sangat besar sekali. (Een)

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

“Harapan tak akan pernah mati ketika kita masih mau peduli” (pcm)

Kami atas Nama Pokja Relawan Kabupaten Pandeglang dimana terdiri dari berbagai Komunitas diantaranya; PCM (PandeglangCareMovement), KNP (KetimbangNgemisPandeglang), SedekahGotongroyongPandeglang, LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kab.Pandeglang, Relawan #SR, FoodBank Pandeglang. mengajak anda menyisihkan sebagian harta untuk ikut berdonasi bersama kami, melalui:

Rek BSM (Bank Syariah Mandiri 7036311643 an: Ahmad Subhan

Untuk menjaga amanah bantuan harap mengkomfirmasi Nominal yg dikirimkan

WA +6285311391100/081910897800

Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya, semoga Allah SWT dapat membalas segala kebaikan bapak/ibu/saudara/(i).
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *