Keterbatasan Bukan Menjadi Penghalang untuk Berusaha

Pandeglang, pcm-news.com – Kisah Pak Dedi yang diangkat Oleh Relawan Komunitas Ketimbang Ngemis Pandeglang melalui akun facebooknya ini jadi perhatian serius orang nomor satu di Kabupaten Pandeglang Senin,(14/08/2017), Dedi mendapat undangan dari Bupati Irna Narulita untuk hadir di Pendopo. Seperti apa kisahnya?

Pak Dedi (45th) pertama kali ditemui Fikar, salah satu anggota Komunitas Ketimbang Ngemis Pandeglang (KNP) tengah duduk beristirahat sambil menjejerkan dagangannya pada tanggal 5 Agustus 2017 di depan Alfamidi Maja. Berawal dari rasa penasaran dengan apa yang dilakukan bapak ini, ternyata yang beliau jual adalah kantong plastik dengan untung Rp. 500 per kantong dan itupun kalau laku katanya. Beliau sepertinya memiliki keterbatasan berbicara sehingga cukup kesulian untuk menanyainya. Dari hasil obrolan singkat, diketahui bahwa Pak Dedi tinggal di Kadomas.

Pada tanggal 9 Agustus 2017, dua anggota KNP yaitu Liah dan Hendi mengunjungi rumah Pak Dedi setelah bertanya sana sini karena hanya tau bahwa beliau tingal di Desa Kadomas, dan Desa itu cukup luas. Pak Dedi diketahui merupakan anak kelima dari lima bersaudara yang tinggal bersama ibu dan kakak-kakaknya di Kp. Cicalung , Desa Kadomas, Pandeglang. Beliau memiliki keterbatasan pendengaran dan kesulitan berbicara. Dan dari raut wajahnya, beliau memang terlihat lebih tua daripada usianya. “Dulu sih normal, tapi semenjak sakit amandel dan dioperasi jadi begini” tutur sang Ibu.  Walapun demikian beliau tidak hanya diam dirumah dan tetap ingin bekerja meski penghasilan yang didapat tidak seberapa.
Pak Dedi berjualan plastik berkeliling disekitar Kadomas, Kadu banen, cikole, maja bahkan sampai ke alun-alun Pandeglang dengan mengayuh sepeda tua milikinya yang sudah tidak layak pakai. Seperti yang dituturkan beliau keuntungan yang didapat dari menjual plastik hanya Rp.500 perkantong. Selain berjualan plastik, Pak Dedi kadang berjualan Ubi dan Timun dengan keuntungan yang juga tidak lebih besar. Meskipun demikian beliau tetap ingin bekerja dan tidak berpangku tangan terhadap keluarganya ataupun orang lain.

Pada tanggal 14 Agustus 2017, beliau juga mendapat undangan dari Bupati Pandeglang untuk hadir di Pendopo. Acara yang dihadiri oleh Bupati Pandeglang beserta jajarannya dari Dinas Sosial bertujuan untuk silaturahmi dan untuk mengapresiasi kerja keras beliau selama ini meski memiliki keterbatasan. Dilansir dari instagram irna center bahwa TKSK atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan akan prioritaskan Pak Dedi untuk mendapatkan program bantuan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Sosial untuk menjamin kesejahteraannya. Meski tidak disebutkan dengan jelas, program apa yang dimaksud.

Semoga dengan kepedulian kita semua akan membantu kehidupan Pak Dedi dan sosok lainnya yang memiliki keterbatasan fisik ataupun usia bisa lebih baik.

#SayNOTONGemis

Penulis: Een Relawan KNP

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *