Merdeka Itu Jika Hak Anak Terpenuhi

 

Foto: http://www.pixoto.com

Pandeglang, pcm-news.com – Anak adalah amanah dan karunia dari Allah SWT, Didalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak juga sebagai generasi bangsa yang akan membangun Negara dan bangsanya menjadi lebih baik karena jika tumbuh kembang anak terjaga dengan baik maka merekalah menjadi pondasi terhadap maju mundurnya sebuah Negara.

Dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 tahun. Tentu kita bersyukur atas semua peran jasa pahlawan dan kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa kemerdekaan ini atas jasa para pahlawan. Peran penting para pahlawan tentu memiliki harapan besar terhadap kemerdekaan ini salah satunya kemandirian dan kedaulatan sebuah bangsa tanpa ada penindasan dan keterbelakangan.

Tentu pada momentum kemerdekaan ini menjadi kebanggaan seluruh warga Indonesia dengan rasa haru,tangis dan senyum merajut kebahagiaan, apalagi saat bendera dikibarkan diseluruh pelosok, sidang Paripurna MPR RI yang terbangun diksi introspeksi, Upacara bahkan pawai obor oleh anak – anak sekolah menjadi warna tersendiri di era tahun 2017 ini.

Lantas, adakah kebahagian itu hadir pada anak – anak yang selama ini masih belum mendapatkan hak nya, Hak untuk bermain, Hak untuk mendapatkan pendidikan, Hak untuk mendapat perlindungan, Hak untuk mendapat Nama (Identitas), Hak untuk mendapat status kebahagiaan,Hak untuk mendapat makanan, Hak untuk mendapat akses kesehatan, Hak untuk mendapat rekreasi, Hak untuk mendapat kesamaan, Hak untuk mendapat pembangunan (berdasarkan konvensi Hak Anak PBB tahun 1989).

Dari 10 hak anak yang terpenuhi tentu masih menjadi catatan penting bagi hadirnya Negara untuk memberikan hak hak terhadap anak setelah 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah harus hadir dan harus melakukan perlindungan terhadap kekerasan fisik, seksual dan mental.

Perlindungan anak memiliki tujuan menjamin terpenuhi hak anak untuk hidup tumbuh dan berkembang, berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sehingga terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

Sesuai dengan amanat undang – undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan harus diberikan perlindungan.

Bayangkan saja semakin maraknya issu kekerasan seksual terhadap anak dibeberapa daerah, yang diduga pencabulan oleh ayah kandung, ayah tiri bahkan oleh tetangga sehingga merampas hak anak untuk hidup tumbuh berkembang, kekerasan anak terhadap temannya serta peran orang tua yang menjadikan anak menjadi anak jalanan atau anak jalan – jalan (hilang atau diculik) karena ketidaknyamanan dalam rumah sehingga si anak mendapatkan kekerasan mental.

Dengan fenomena ini tentu kemerdekaan bagi anak yang kehilangan haknya adalah menjadi pintu harapan besar bagi seluruh elemen masyarakat, peran orang tua, pemerintah, swasta serta pegiat sosial hadir untuk menjamin hak – hak mereka.

Dan, kita berharap di beberapa daerah terwujud Kota atau Kabupaten Layak Anak sebagai etalase bagi terpenuhinya hak – hak anak. (anks)

Oleh : Mohammad Kholid, S.IP (Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Pandeglang)
Salam anak Indonesia# #KamiAdaUntukAnakIndonesia. #Perlindungan Anak Berawal dari Keluarga
#StopKekerasanPadaAnak
#PedofilHarusDiberiEfekJeraBukanSekedaDipenjara
(anks)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *